Batik
Tulis " Tegal Laka Laka” Kelurahan Bandung
Batik dikenal di Tegal pada akhir
abad ke-XIX dan yang dipakai saat itu adalah pewarna buatan sendiri yang
diambil dari tumbuh-tumbuhan, seperti:
1. pace/mengkudu,
2. nila
3. soga
4. kayu
5. dan kainnya tenunan sendiri.
Warna batik Tegal pertama kali ialah sogan dan babaran abu-abu setelah dikenal
nila pabrik dan kemudian meningkat menjadi warna merah-biru
Batik tulis Tegal atau tegalan itu dapat dikenali dari corak gambar atau motif
rengrengan besar atau melebar. Motif ini tak dimiliki daerah lain sehingga
tampak eksklusif.
Isen-isen atau isinya agak kasar, yang diilhami oleh flora dan fauna
lingkungan. Ini dipadukan dengan warna spesifik yang lembut atau
kontras,sebagaimana motif batik gaya pesisiran. Ini memunculkan kesan tegas dan
lugas.
Budaya berpakaian batik di Tegal dibawa Raja Amangkurat I (Sunan Amangkurat
Mas) dari Keraton Kasunanan Surakarta. Amangkurat yang saat itu menyusuri
pantai utara membawa pengikutnya yang di antaranya merupakan pengrajin batik.
Pengrajin ini akhirnya menurunkan ilmunya pada anak cucunya dan meluas ke
masyarakat.
Aktivitas usaha batik tulis tegalan di Kabupaten dan Kota Tegal mengelompok
dalam sentra industri kecil-menengah di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Bandung,
Tunon, dan Keturen, sedangkan di Kabupaten Tegal terdapat di Desa Bengle, Setu,
Pasangan dan sekitarnya.
Para pengrajin batik di Tegal telah menggeluti batik secara turun-temurun.
Adapun, corak batik yang hingga kini dikembangkan antara lain corak beras
mawur, tapak kebo dan dapur ngebul, yang merupakan hasil karya para pengrajin
batik Tegalan.
Salah satunya juga diproduksi oleh sebagian masyarakat Kelurahan
Bandung kecamatan tegal selatan kota tegal. Awal mula dikenal sebagai desa
debong bandung,kemudian berganti nama dengan bandung kimpling dan kini menjadi
kelurahan bandung. Perubahan nama tersebut juga menjadi symbol nama untuk
pengrajin batik asal bandung. Sebagian dari masyarakatnya juga memproduksi
batik home industry . Pengrajin home industry batik tersebut mempunyai
paguyuban yang bernama Cempaka Mulya Tegal Selatan. Dari Kelurahan Bandung
sendiri batik tersebut terkenal dengan nama Canting Emas pada tahun 2002 hingga
sekarang. Mengenal lebih dekat profil Home
industry batik asal bandung Kecamatan tegal selatan tepatnya di RT 06/RW 02
terdiri dari 22 orang pembatik dengan ketua kelompok bernama Ibu Sumarsih.
Produksi dari pembatik bandung bisa menghasilkan batik dengan 2 kriteria yaitu
:
>Model klasik yang dapat menghasilkan 2 buah batik dalam sebulan biasa
langsung dipasarkan untuk pemesanan dari Madura
> Model modern bisa dihasilkan 100 buah batik dalam sebulan biasa dipasarkan ke pasar lokal maupun kedinasan.
Usaha pengrajin
batik bandung mendapatkan apresiasi dan binaan dari Bapeda dan
Disperindag. Dilakukan pelatihan oleh seluruh pengrajin batik asal
bandung. Home industry batik dari
bandung tersebut juga terus menghasilkan karyanya hingga sampai sekarang dikenal oleh
masyarakat luas.
> Model modern bisa dihasilkan 100 buah batik dalam sebulan biasa dipasarkan ke pasar lokal maupun kedinasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar